Pages

Thursday, 23 October 2014

(Cuma) Pisang Godhog

Malam itu malam yang sederhana. Beberapa tahun yang lalu. Saya ikut menemani bapak ibu yang lagi kangen makan penyetan di warung yang tak seberapa jauh dari rumah.

Selesai makan, ketika itu sudah lebih dari pukul 9 seingat saya. Baru akan membuka mobil, kami melihat mbah putri, seorang nenek-nenek berjualan pisang godhog & kacang godhog di dekat tempat kami parkir. Gelap, beliau seorang diri dengan tampah berisi dagangannya.

Ibu mendekati beliau, membeli satu tas kresek penuh pisang godhog & kacang godhog.
"Bu, sudah malam begini di rumah siapa yang mau makan?", tanya saya.
"Membeli sesuatu tidak harus selalu karena kita ingin barangnya kan?" jawab bapak.
"Hebat ya simbah tadi, sudah malam masih sabar jualan. Banyak yang lain yang memilih minta-minta" timpal ibu.

Maka saya sadar bahwa hakikat membeli bukan hanya tentang menghargai "sesuatu" yang kita inginkan, tetapi tentang menghargai usaha sang penjual, dan belajar berbagi kebahagiaan.

Terimakasih pak, bu, dan simbah penjual pisang godhog :D

#Beppu, di malam yang dingin kangen pisang godhog